Ayo Shalat agar Bahagia

Pendalaman Terapi Shalat Bahagia (PTSB) merupakan salah satu cara untuk membuat Shalat kita menjadi sumber kebahagiaan kita juga. Pendalaman Terapi Shalat Bahagia (PTSB) dapat Anda lakukan setelah membaca dan memahami buku Terapi Shalat Bahagia. Di dalam buku tersebut terdapat bagaimana tata cara Shalat tersebut. Di dalamnya Anda akan di jelaskan bagaimana tata cara Shalat secara mendetail sehingga akan membuat Shalat Anda menjadikan Anda sebagai orang yang bahagia dunia maupun akhirat. Seperti bunyi adzan “hayya ‘ala ash-Shalah” yang mengajak kita untuk berbahagia. Berbahagia yang di maksud adalah kebahagiaan di dunia maupun di akhirat kelak.
            Pendalaman Terapi Shalat Bahagia (PTSB) juga mengajarkan kita bahwa rencana Allah SWT., lebih baik daripada rencana diri kita sendiri dan menyerahkan diri atas semua yang terjadi pada hidup kita. Seperti salah satu contoh, ada seorang wanita janda yang kecelakaan di sebuah jalan raya di salah satu kota besar di Jawa Timur yaitu Surabaya. Lalu wanita tersebut ditolong oleh seorang laki-laki untuk dibawa ke rumah sakit terdekat. Dan ternyata laki-laki tersebut juga seorang duda. Siapa sangka bahwa akhirnya wanita janda yang ditolong laki-laki duda tersebut berjodoh dan akhirnya mereka menikah. Itu semua terjadi karena kehendak Allah SWT. Tetapi, jika ada manusia yang tidak senang dengan takdir yang telah di kehendaki oleh Allah SWT, maka Allah SWT telah berfirman dalam hadis qudsi sebagai berikut:
« مَنْ لَمْ يَرْضَ بِقَضَائِي ، وَلَمْ يَصْبِرْ عَلَى بَلائِي ، فَلْيَلْتَمِسْ رَبًّا سِوَاي » .
“Siapa saja yang tidak rela menerima ketetapan-Ku (takdir-Ku) dan tidak sabar menghadapi ujian-ujian-Ku kepada dirinya, silahkan dia mencari Tuhan selain Aku.”[HQR. Ath-Thabrani dan Ibnu ‘Asakir]
            Dan jika ada manusia yang mengeluh akan takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, maka Allah SWT berfirman dalam hadis qudsi sebagai berikut:
قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِى الْمُؤْمِنَ فَلَمْ يَشْكُنِى إِلَى عُوَّادِهِ أَطْلَقْتُهُ مِنْ إِسَارِى ثُمَّ أَبْدَلْتُهُ لَحْمًا خَيْرًا مِنْ لَحْمِهِ وَدَمًا خَيْرًا مِنْ دَمِهِ ، ثُمَّ يَسْتَأْنِفُ الْعَمَلَ
“Allah SWT. Berfirman: “Jika Aku (Allah) memberikan cobaan (musibah) kepada hamba-Ku yang beriman sedang ia tidak mengeluh kepada orang yang mengunjunginya maka Aku akan melepaskannya dari tahanan-Ku (penyakit) kemudian Aku gantikan dengan daging yang lebih baik dari dagingnya juga dengan darah yang lebih baik dari darahnya. Kemudian dia memulai amalnya (bagaikan bayi yang baru lahir).” [HQR. Al Hakim]
            Dari situlah kita diajarkan untuk meyakini bahwa takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, karena dibalik rencana Allah SWT pasti ada kebaikan untuk diri kita. Maka dari itu, kita tidak boleh mengeluh atas apa yang telah terjadi pada diri kita, tetapi mohonlah kepada Allah SWT untuk meringankan bebanmu dan mintalah petunjuk kepada-Nya. Karena syarat agar doa-doa kita dikabulkan oleh Allah SWT adalah kita harus berhenti mengeluh atas apa yang telah Allah SWT takdirkan untuk kita. Jika kita masih mengeluh, Allah SWT pun akan segan mengabulkan doa kita. Syarat agar doa kita dikabulkan yang kedua adalah meyakini bahwa Allah SWT mempunyai waktu yang tepat untuk mengabulkan doa-doa kita. Allah SWT akan mengabulkan doa kita jika menurut Allah SWT waktu itu baik untuk kita, karena Allah SWT Maha Mengetahui segalanya.
            Pendalaman Terapi Shalat Bahagia juga mempunyai tujuan untuk menjadikan hati kita ikhlas, ridlo atas keputusan yang telah Allah SWT tetapkan, serta kesembuhan dari beberapa penyakit. Semua itu dibutuhkan penghayatan yang luar biasa di dalam Shalat untuk mencapainya. Sedangkan tujuan utama dari Shalat sendiri adalah kokohnya mindset T2Q (tawakal, tumakninah dan qona’ah), sedangkan kesembuhan, rizki dan sebagainya hanya bonus semata, sekalipun semua itu sangat kita butuh kan. Dengan begitu akan tercipta kebahagiaan dalam hidup.
Kita lebih dianjurkan untuk berdoa di dalam Shalat karena ketika kita Shalat, maka Allah SWT lebih dekat dengan diri kita. Dengan begitu Allah SWT Insya Allah akan lebih cepat untuk mengabulkan apa yang kita harapkan. Dan syarat agar doa kita dikabulkan oleh Allah SWT yang terakhir adalah kita harus mengubah pikiran kita dari yang biasa berpikir negatif untuk berlatih berpikir positif dalam segi apa pun. Dimulai berpikir positif terhadap Allah SWT, orang lain, maupun diri kita sendiri. Jangan mengeluh, serahkan semuanya kepada Allah SWT dan yakinlah bahwa Allah SWT akan memberikan yang terbaik bagi kehidupan kita. Tetapi, kita harus mengingat bahwa kita tidak boleh pasrah dalam semua hal. Kita harus tetap berusaha meskipun Allah SWT sudah menakdirkan semuanya untuk kita.
            Pastikan Anda sudah mendalami buku panduan Terapi Shalat Bahagia dan sudah memahami kalimat kunci SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL, Anda bisa mempraktikkannya dalam mengerjakan Shalat. Tetapi perlu diingat, bahwa Terapi Shalat Bahagia tidak dianjurkan pada saat Shalat berjamaah. Terapi Shalat Bahagia dapat dilakukan pada saat kita Shalat sendirian. Jangan lupa untuk membuat daftar anugerah, daftar masalah, dan daftar harapan kita di masa yang akan datang. Daftar anugerah, masalah, dan harapan akan berguna untuk mempermudah kita memohon dan rasa syukur kita terfokus kepada Allah SWT ketika melakukan Shalat.
            Setelah mendalami dan memahami kalimat kunci dalam Terapi Shalat Bahagia, mulailah Shalat sesuai dengan apa yang ada dalam buku Pendalaman Terapi Shalat Bahagia. Pastikan sebelum melakukan Shalat, sudah keadaan suci (sudah berwudlu). Mulailah Shalat dengan gerakan yang pertama, yaitu berdiri. Kata kunci Shalat pada saat berdiri yaitu SUBHAN (Syukur, Bimbingan dan Ketahanan Iman). Pada saat posisi berdiri, kita bisa merenung dan berdoa di dalam hati, tidak boleh diucapkan. Doa/renungan yang dibaca di dalam hati yang pertama adalah rasa syukur, seperti “Wahai Allah SWT, aku bersyukur atas semua nikmat-Mu”. Yang kedua yaitu meminta bimbingan kepada-Nya dengan berdoa “Bimbinglah aku dan keluarga agar tetap di jalan yang benar”. Yang ketiga yaitu meminta agar diberikan ketahanan iman dengan berdoa “Berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murka-Mu”.
            Jika ingin menambah doa agar lebih mendetail saat posisi berdiri bacalah dalam hati :
1)      Aku berterima kasih atas semua nikmat-Mu…(daftar anugerah yang telah dibuat). Ampunilah aku karena sering mengeluh dan kurang berterima kasih kepada-Mu.
2)      Wahai Allah, setiap saat, aku, istri/suami dan anak-anakku menghadapi godaan dosa, terutama godaan harta dan nafsu terhadap pria atau wanita yang Engkau haramkan. Berikan kami ketahanan iman agar ketampanan, kecantikan, dan fasilitas kekuasaan tidak menjerumuskan kami ke dalam dosa.
Posisi kedua yaitu rukuk, rukuk juga bisa di istilahkan dengan kata TURUT (Tunduk, Menurut). Pada posisi rukuk kita dimaksudkan untuk Tunduk dan membaca doa di dalam hati “Wahai Allah SWT, aku tunduk membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku bertasbih dan menyerahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan kepada-Mu.” Selanjutnya yang dimaksudkan dengan menurut yaitu dengan membaca di dalam hati “aku menurut kepada semua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku.” Dan jika ingin berdoa dengan lebih mendetail maka bacalah dalam hati:
1)      Wahai Allah SWT, aku mempunyai masalah, yaitu…(daftar masalah dan harapan).
2)      Wahai Allah SWT, aku ikhlas, ridlo, tidak mengeluh atas masalah tersebut. Jika aku pernah mengeluh, itu karena kebodohanku. Ampunilah aku.
3)      Wahai Allah SWT, aku yakin(3x) Engkau pasti (3x) Maha Kuasa Menolong Aku. Engkau pasti (3x) menyayangi aku, dan tidak mungkin membiarkan aku sendirian menghadapi masalah dan harapan itu.
4)      Wahai Allah SWT aku pasrah (3x), aku pasrahkan semua masalah tersebut kepada-Mu. Terserah Engkau, sebab Engkau pasti (3x) memberikan yang terbaik untukku. Aku ikhlas apa pun keputusan-Mu.
Yang ketiga adalah pada saat posisi i’tidal, di posisi ini kita diharapkan untuk memuji Allah SWT dan menerima takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT (HADIR: hak pujian, takdir Allah). Tentang hak pujian: “Hanya Engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharap pujian manusia.” Selanjutnya adalah tentang takdir Allah: “Semua hal terjadi atas takdir-Mu. Aku ridlo dan ikhlas menerimanya.” Jika ingin lebih mendetail berdoa pada posisi ini, maka bacalah di dalam hati:
1)      Wahai Allah SWT, hapuskan hatiku dari mengharap penghormatan, pujian dan terima kasih orang. Sebaliknya, jadikan aku selalu menghormati, menghargai dan berterima kasih kepada orang. Kuatkan kesabaranku menghadapi cacian dan kezaliman orang.
2)      Aku ikhlas, aku ridlo, tidak mengeluh atas semua takdir-Mu. Rencana-Mu pasti (3x) lebih baik dari rencana hidupku. Takdir-Mu pasti (3x) yang terbaik untukku.
Sujud merupakan posisi keempat, di dalam sujud kita dianjurkan untuk meminta maaf, meminta agar disinari, dan meminta untuk dijaga jiwa dan raga kita (MASJID: Maaf, Sinar, Jiwa dan Raga). Dalam meminta maaf kita memohon untuk diampuni dosa-dosa kita “Maafkan dosa-dosaku, bapak-ibu, dan keluargaku.” Meminta sinar “Sinarilah hati, lidah, mata dan telingaku agar selalu berbuat yang Engkau ridlai.” Dan meminta agar jiwa dan raga tetap dijaga “Jiwa dan Ragaku dalam kekuasaan-Mu. Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan kepada-Mu.” Jika ingin lebih detail, bacalah di dalam hati:
1)      Wahai Allah SWT, ampunilah aku, kedua orang tuaku, istri/suami dan anak-anakku, lebih-lebih mereka yang telah meninggal dunia. Jauhkan mereka dari siksa kubur dan neraka. Jadikan kuburan sebagai taman surga yang menyenangkan mereka. Jika dalam pandangan-Mu ada kebaikan pada diriku, jadikan kebaikan itu bagian dari pahala yang mengalir untuk ibu-bapakku, guru-guruku, keluargaku, dan semua orang yang berjasa mengantarkan aku sampai aku menjadi “orang” seperti saat ini.
2)      Berikan cahaya-Mu untukku, istri/suami dan anak-anakku, agar hatiku bersih dari iri dan dengki. Jadikan semua perkataan kami benar dan menyemangati semua orang, serta telinga kami peka terhadap Al-Qur’an dan panggilan adzan.
3)      Lanjutkan dengan doa seperti pada posisi rukuk
Selanjutnya adalah AKSI (Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman), berada di posisi duduk di antara dua sujud. Bacalah di dalam hati “Wahai Allah, berilah aku ampunan, kasih, sejahtera, dan iman.” Jika ingin berdoa lebih detail bacalah dalam hati:
1)      Wahai Allah SWT, ampunilah dosa-dosaku.
2)      Kasihilah aku. Cintailah aku. Jadikan hidupku penuh kasih bersama keluarga dan semua manusia. Kasihanilah aku yang telah berusaha keras untuk membahagiakan keluargaku. Kepada siapa lagi aku memohon belas kasih jika bukan kepada-Mu.
3)      Berilah aku rizki yang melimpah untuk keluarga, syiar agama, dan menolong fakir miskin. Jadikan aku lebih senang memberi daripada diberi. Berilah aku kesehatan dan kesembuhan dari semua penyakit.
4)      Kuatkanlah imanku, agar aku semakin dekat dengan-Mu, sabar dan tegar menghadapi apa pun cobaan dari-Mu.
Yang terakhir adalah posisi SOSIAL (Sholawat, Persaksian, Tawakal), berada pada posisi tasyahud. Sholawat: “Sholawat dan salam untuk Nabi SAW. Berikan aku kekuatan mencontoh akhlaknya”. Persaksian: “ Aku bersaksi, ‘Tiada Tuhan selain Engkau, dan Muhammad Adalah utusan-Mu’. Jadikan syahadat pegangan dan penutup hidupku”. Tawakal: “Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu”. Jikaingin lebih mendetail dalam berdoa, bacalah dalam hati:
1)      Jadikan aku, istri/suami dan anak-anakku berakhlak seperti Nabi-Mu. Mudahkan aku dan keluarga beribadah di Mekah dan Madinah, serta berdoa di dekat makam Nabi-Mu. Aku berharap di hari kiamat kelak, mendapatkan syafa’at Nabi-Mu. Di surga, Engkau pertemukan kami sekeluarga dengan Nabi-Mu.
2)      Jadikan syahadat penambah percaya diriku, penghilang kecemasanku, penyemangat kerjaku, dan penguat optimisku. Jadikan “La ilaha illa Allah” kata terakhirku ketika malaikat izrail mencabut nyawaku.
3)      Lanjutkan doa seperti pada posisi rukuk, kaitkan dengan daftar masalah dan harapan.
4)      Wahai Allah SWT, sekarang aku lebih bahagia. Aku akan menoleh ke kanan dan ke kiri. Berikan kemudahan hidup, kesuksesan dan kebahagiaan semua orang di sebelah kanan dan kiriku.
Penting untuk diingat bahwa praktik Terapi Shalat Bahagia bisa dilakukan sedikit demi sedikit, perlu berlatih untuk melakukannya. Semoga kita semua bisa membuat Shalat kita, ibadah kita semua menuju kebahagiaan di dunia maupun di akhirat kelak.

Komentar